TINGKAT ERODIBILITAS TANAH PADA LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT MENGHASILKAN (Elaeis guineensis Jacq) DI KELURAHAN BAKARAN BATU, KECAMATAN RANTAU SELATAN, KABUPATEN LABUHAN BATU

Authors

  • Ahmad Rizky Dongoran Author
  • Fitra Syawal Harahap Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Labuhanbatu Author
  • Lutfi Fadillah Zamzami Author
  • Ika Ayu Putri Septyani Author

Keywords:

Erodibilitas Tanah, USLE, Kelapa Sawit Menghasilkan, Bahan Organik, Konservasi Tanah

Abstract

: Erosi tanah merupakan ancaman serius terhadap keberlanjutan agrikultur, khususnya pada sistem monokultur seperti perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat erodibilitas (faktor K) tanah, (2) mengidentifikasi karakteristik fisika-kimia tanah yang mempengaruhi erodibilitas, dan (3) memetakan sebaran spasial kelas erodibilitas pada lahan kelapa sawit menghasilkan di Kecamatan Rantau Selatan. Penelitian dilaksanakan dari Maret hingga Agustus 2023. Sampel tanah diambil secara komposit dari 20 titik sampling yang tersebar di areal perkebunan dengan menggunakan metode survei dan analisis laboratorium. Parameter yang diukur meliputi tekstur tanah, struktur, permeabilitas, kandungan bahan organik, dan kadar C-Organik. Nilai erodibilitas dihitung menggunakan persamaan nomograf USLE yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai erodibilitas tanah (K) berkisar antara 0,10 hingga 0,32, dengan rata-rata 0,21, yang tergolong dalam kategori rendah hingga sedang. Sebaran dominan berada pada kelas sedang (0,20-0,29) seluas 65% dari area studi. Analisis korelasi menunjukkan kandungan bahan organik (r = -0,78) dan persentase debu (r = 0,65) merupakan faktor penentu utama yang secara signifikan mempengaruhi nilai K. Rendahnya bahan organik (<2%) pada sebagian besar titik sampling meningkatkan kerentanan tanah terhadap dispersi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun nilai erodibilitas umumnya kategori rendah-sedang, praktik pengelolaan tanah yang kurang memperhatikan penambahan bahan organik berpotensi meningkatkan risiko degradasi tanah dalam jangka panjang. Diperlukan implementasi konservasi tanah seperti pengaplikasian mulsa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan tanaman penutup tanah (cover crop) untuk meningkatkan stabilitas agregat dan keberlanjutan sistem produksi.

Downloads

Published

2026-02-04