Analisis Sifat Fisika Tanah Pada Tanaman Kelapa Sawit(Elaeis Guineensis Jacg) Menghasilkan Di Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan  Kabupaten Labuhanbatu

Authors

  • Asnan Rambe Author
  • Fitra Syawal Harahap Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Labuhanbatu Author
  • Ika Ayu Putri Septyani Author
  • Lutfi Fadillah Zamzami Author

Keywords:

Bobot Isi, Degradasi Tanah, Porositas, Stabilitas Agregat, Tekstur Tanah

Abstract

Perkebunan kelapa sawit menghasilkan (TM) merupakan tulang punggung ekonomi di Kecamatan Rantau Selatan. Tekanan budidaya yang intensif berpotensi menurunkan kualitas sifat fisika tanah yang mendukung produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji karakteristik sifat fisika tanah (tekstur, bobot isi, porositas total, kandungan air tersedia, dan stabilitas agregat) pada lahan kelapa sawit TM di Kecamatan Rantau Selatan; (2) Menganalisis hubungan antar parameter sifat fisika tanah; dan (3) Mengevaluasi kualitas sifat fisika tanah berdasarkan kriteria baku kesesuaian lahan untuk kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Juni 2024 di tiga blok pertanaman (Blok A, B, C) yang mewakili variasi topografi dan umur tanaman. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm dengan metode purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan variasi sifat fisika antar blok. Tekstur tanah didominasi oleh lempung berliat dengan rata-rata komposisi liat 45,2±3.8%, debu 28,5±2.1%, dan pasir 26,3±4.5%. Bobot isi tanah termasuk kategori sedang hingga tinggi (1.32±0.08 – 1.48±0.06 g cm⁻³), dengan porositas total berkisar 44.1±2.5%. Kandungan air tersedia (KAT) berada pada kategori rendah hingga sedang (12.4±1.8 – 15.6±2.1%), sedangkan stabilitas agregat (Indeks Stabilitas Agregat/ISA) termasuk kategori tidak stabil hingga agak stabil (22.5±5.3%). Analisis korelasi menunjukkan hubungan negatif signifikan antara kandungan liat dengan porositas total (r = -0.72*) dan antara bobot isi dengan KAT (r = -0.68*). Secara umum, sifat fisika tanah di lokasi penelitian telah mengalami degradasi, khususnya pada parameter porositas, KAT, dan stabilitas agregat, yang diduga akibat pemadatan oleh alat-alat pertanian dan rendahnya input bahan organik. Diperlukan penerapan praktik pengelolaan tanah konservasi seperti penambahan mulsa tandan kosong, penanaman tanaman penutup tanah (cover crop), dan pengaturan lalu lintas alat di kebun untuk memperbaiki sifat fisika tanah dan mendukung keberlanjutan produksi.

Downloads

Published

2026-02-04