Kajian Beberapa Sifat Kimia Tanah Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Menghasilkan Di Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhan Batu
Keywords:
Degradasi tanah, Kesuburan tanah, Perkebunan kelapa sawit, Sifat kimia tanah, Pengelolaan hara berkelanjutan.Abstract
Ekspansi perkebunan kelapa sawit yang intensif sering dikaitkan dengan degradasi kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia tanah pada lahan kelapa sawit menghasilkan di Kecamatan Rantau Selatan. Sampel tanah diambil dari kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm pada 20 titik sampling yang tersebar di empat kebun yang mewakili umur tanaman berbeda (5, 10, 15, dan >20 tahun). Parameter yang dianalisis meliputi pH, bahan organik (BO), Nitrogen total (N-total), Fosfor tersedia (P-tersedia), Kalium dapat dipertukarkan (K-dd), dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Hasil menunjukkan variasi sifat kimia tanah antar umur tanaman. Rata-rata pH tanah tergolong masam (4.8-5.3), BO rendah hingga sedang (1.8-2.9%), N-total rendah (0.18-0.25%), P-tersedia sangat rendah hingga rendah (8.5-15.2 ppm), K-dd rendah hingga sedang (0.18-0.30 cmol(+) kg⁻¹), dan KTK sedang (15.2-18.5 cmol(+) kg⁻¹). Hasil analisis statistik ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0.05) untuk nilai BO, P-tersedia, dan K-dd antar umur tanaman, dengan tren penurunan kesuburan pada tanaman berumur >20 tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa budidaya kelapa sawit jangka panjang tanpa pengelolaan kesuburan yang memadai menyebabkan penurunan kualitas kimia tanah, terutama ketersediaan hara P dan K. Diperlukan penerapan strategi pengelolaan tanah yang berkelanjutan seperti pemupukan berimbang dan penambahan bahan organik untuk mempertahankan produktivitas lahan.





