Aplikasi Lubang Biopori Pada Lahan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Terhadap Sifat Fisika Tanah Di Balai Penyuluhan  Pertanian (BPP) Rantau Selatan

Authors

  • Luthfiyyah Zalfa Harahap Author
  • Fitra Syawal Harahap Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Labuhanbatu Author
  • Hilwa Walida Author
  • Khairul Rizal Author

Keywords:

Biopori, Kelapa Sawit, Sifat Fisika Tanah, Infiltrasi, Kepadatan Tanah, Porositas, Stabilitas Agregat..

Abstract

Degradasi sifat fisika tanah, khususnya infiltrasi dan porositas, merupakan masalah umum pada lahan perkebunan kelapa sawit monokultur intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi lubang resapan biopori (LRB) terhadap perbaikan sifat fisika tanah di bawah tajuk kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di kebun kelapa sawit milik BPP Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, dari April hingga September 2023. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu kedalaman LRB, yang terdiri dari tiga level: tanpa LRB (kontrol), LRB 50 cm, dan LRB 80 cm. Masing-masing perlakuan diulang lima kali. Parameter yang diukur meliputi laju infiltrasi (cm/jam), kepadatan isi tanah (g/cm³), porositas total (%), kadar air tanah volumetrik (%), tekstur tanah (% pasir, debu, liat), dan stabilitas agregat tanah (mm). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada α=5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi LRB memberikan pengaruh yang signifikan terhadap semua parameter yang diukur kecuali tekstur tanah. LRB kedalaman 80 cm menghasilkan laju infiltrasi tertinggi (25,3 cm/jam), meningkat 312% dari kontrol (6,1 cm/jam). Perlakuan yang sama juga menurunkan kepadatan isi tanah menjadi 1,15 g/cm³, meningkatkan porositas total menjadi 56,7%, meningkatkan stabilitas agregat (MWD) menjadi 1,68 mm, dan menjaga kadar air tanah rata-rata 34,2%. Tekstur tanah tidak mengalami perubahan signifikan. Hasil ini membuktikan bahwa LRB, terutama pada kedalaman 80 cm, efektif memperbaiki sifat fisika tanah dengan meningkatkan porositas dan stabilitas agregat, mengurangi pemadatan, dan meningkatkan kapasitas penyimpanan air, sehingga berpotensi mendukung keberlanjutan agroekosistem kelapa sawit.

Downloads

Published

2026-02-04