Pengembangan Postbiotik dari Fermentasi Ekstrak Air Daun Nilam sebagai Bahan Aktif Kosmetik Berkelanjutan

Authors

  • Reza Program Studi Magister Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Indonesia Author
  • Khairan Khairan Author

Keywords:

Postbiotik, Daun Nilam, Metabolit sekunder, Aktivitas Antimikroba, Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC- MS), Kosmetik Berkelanjutan

Abstract

Perkembangan industri kosmetik berkelanjutan mendorong pemanfaatan bahan aktif alami yang aman, efektif, dan ramah lingkungan, namun bahan alami konvensional masih menghadapi kendala stabilitas dan efikasi biologis yang terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan postbiotik berbasis ekstrak air daun nilam (Pogostemon cablin Benth) melalui fermentasi bakteri asam laktat sebagai bahan aktif kosmetik berkelanjutan. Ekstrak daun nilam varietas Tapak Tuan diekstraksi menggunakan metode hot water extraction dan difermentasi oleh Lactobacillus buchneri, Lactobacillus rhamnosus, dan Lactobacillus plantarum dengan perlakuan sentrifugasi dan tanpa sentrifugasi. Karakteristik postbiotik dianalisis berdasarkan perubahan pH, aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans, serta profil senyawa kimia menggunakan GC–MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi, khususnya oleh L. plantarum, menghasilkan penurunan pH yang stabil pada kisaran fisiologis kulit (pH 4,5–5,5) dan meningkatkan aktivitas antibakteri secara signifikan terhadap S. aureus. Ekstraksi bertingkat menunjukkan bahwa fraksi etanol memiliki aktivitas antimikroba tertinggi dibandingkan fraksi n-heksana  dan etil asetat. Analisis GC–MS mengungkapkan terjadinya pergeseran profil senyawa kimia, ditandai dengan penurunan kandungan patchouli alcohol dan peningkatan metabolit postbiotik seperti 2,3-butanediol pada sampel hasil fermentasi dengan aktivitas antimikroba tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak pasca-fermentasi tidak ditentukan oleh satu senyawa dominan, melainkan oleh sinergi metabolit postbiotik yang terbentuk selama fermentasi. Secara keseluruhan, postbiotik daun nilam hasil fermentasi L. plantarum berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif kosmetik antimikroba ramah lingkungan yang stabil, efisien, dan sejalan dengan prinsip green technology.

Downloads

Published

2026-02-11